BAB II
PEMBAHASAN
IMAN KEPADA RASUL
Nabi dalam bahasa arab berasal dari kata “naba”. Dinamakan nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberi tahu beritanya. Adapun kata rasul berasal dari kata “irsal” yang maknanya membimbing atau member I arahan. Definisi secara syar’I , nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan. Sedangkan rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikannya.
Jadi, beriman kepada rasul-rasul Allah yaitu kita wajib percaya bahwa Allah telah memilih dan telah mengangkat diantara hamba-hambanya untuk menjadi utusanNya untuk menyampaikan syari’at Allah kepada umat manusia, untuk kebaikan mereka di dunia dan di akhirat,
Beriman kepada rasul Allah adalah rukun iman yang keempat yaitu mempercayai bahwa Allah swt telah mengutus para rasulnya untuk membawa syi’ar agama atau membimbing umat manusia kepada jalan yang benar dan diridhai Allah. Jumlah rasul tidak diketahui secara pasti, namun ada ulama yang mengatakan bahwa Allah swt telah menurunkan nabi sebanyak 124.000 orang dan rasul sebanyak 313 orang.
Dari sekian banyak jumlah nabi dan rasul hanya 25 orang yang disebutkan dalam al-qur’an dan sebanyak 25 orang itulah yang wajib kita ketahui. Hal ini dapat kita baca dari firman Allah surat al-mukminin ayat 78. para nabi dan rasul tersebut adalah:
1. Nabi adam as
2. Nabi idris as
3. Nabi nuh as
4. Nabi hud as
5. Nabi soleh as
6. Nabi Ibrahim as
7. Nabi luth as
8. Nabi ismail as
9. Nabi ishak as
10. Nabi ya’qub as
11. Nabi yusuf as
12. Nabi ayub as
13. Nabi syu’aib as
14. Nabi musa as
15. Nabi harun as
16. Nabizulkifli as
17. Nabi daud as
18. Nabi sulaiman as
19. Nabi ilyas as
20. Nabi ilyasa as
21. Nabi yunus as
22. Nabi zakaria as
23. Nabi yahya as
24. Nabi isa as
25. Nabi muhamnad saw
Diantara kedua puluh lima tersebut, ada yang disebut ulul azmi, yang artinya rasul-rasul yang mempunyai keteguhan hati yang tak pernah goyah dan mempunyai ketabahan yang luar biasa, kesabaran yang tak ada batasnya. Nabi yang mendapat julukan ulul azmi itu adalah:
• Nabi nuh as
• Nabi Ibrahim as
• Nabi musa as
• Nabi isa as
• Nabi Muhammad saw
Allah swt mewajibkan atas setiap orang yang beriman supaya beriman kepada semua rasul yang diutusNya tanpa membeda-bedakan antara satu rasul dan rasul yang lainnya. Allah berfirman dalam surat al-baqoro ayat 136.”katakanlah (hai orang-orang mukmin), kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami,dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, ismail, ishaq, ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya”.
Apabila seseorang beriman kepada sebagian rasul, tetapi menolak sebagian lainnya atau membedakan rasul-rasul Allah maka orang tersebut bias dikatakan kafir (an-nisa’: 150-151).
Syekh Muhammad ibnu saleh al-utsaimin menyampaikan dalam kitabnya syarh tsalatsatul ushul, dalam keimanan kepada rasul terkandung empat unsure:
1. Mengimani bahwa risalah mereka benar-benar berasal dari Allah. Barang siapa mengingkari risalah mereka walaupun seorang saja, menurut pendapat seluruh ulama dia dikatan kafir.
2. Mengimani rasul yang sudah kita kenali nama-namanya. Tehadap rasul-rasul yang tidak dikenali namanya kita wajib mengimaninya secara global.
3. Membenarkan berita-berita mereka yang benar.
4. Mengamalkan syari’at nabi yang diutus pada kita. Dia adalah nabi terakhir yaitu nabi Muhammad saw yang diutus Allah kepada seluruh manusia.
Nabi dan rasul merupakan manusia biasa yang dipilih oleh Allah untuk menerima wahyu yang akan disampaikan kepada manusia. Untuk menjadi rasul dan nabi itu tidak bisa diusahakan oleh manusia karena dia merupakan anugerah dari Allah swt. Tentu saja mereka yang dipiliih itu mempunnyai kelebihan dari manusia biasa. Kelebihan mereka itu dapat berupa sifat-sifat dan kelebihan mereka dalam memimpin umatanya yang selalu disebut juga dengan mu’jizat. Diantara sifat-sifat rasul itu adalah:
• As-shidqu (benar) artinya selalu berkata benar, tidak pernah berdusta dalam keadaan bagaimanapun. Apapun yang dikatakan oleh seorang rasul selalu mengandung kebenaran. Seorang rasul selalu berniat baik , benar perkataan maupun perbuatannya. Maka mustahil seorang rasul itu pendusta karena menyebabkan risalahnya tidak akan diterima orang.
• Al-amanah(dipercaya) artinya seorang rasul selalu menjaga dan menunaikan amanah yang dipercayakan kepadanya. Dia akan senantiasa memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya dimana dan kapan saja. Mustahil seorang rasul itu berkhianat sebab khianat itu menyebabkan risalahnya akan ditolak umat.
• Al-tabligh (menyampaikan) artinya seorang rasul akan menyampaikan apa saja yang diperintahkan oleh Allah untuk disampaikan. Tidak aka nada satupun bujukan atau ancaman yang menyebabkan dia menyembunyikan sebagian dari wahyu yang wajib ia sampaikan kepada umat.
• Al-fathonah (cerdas) artinya seorang rasul memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, pikiran yang jernih, penuh kearifan dan kebijaksanaan.
Setiap nabi dan rasul itu ma’shum artinya terpelihara dari segala macam dosa baik yang kecil maupun yang besar. Tetapi sebagai manusia biasa yang tidak juga terbebas dari sifat lupa seorang nabi dan rasul bisa saja melakukan kekhilafan seperti kekhilafan yang dilakukan oleh nabi adam as (mendekati pohon larangan) akibat godaan syaitan.
Setiap rasul yang diutus oleh Allah mempunyai tugas yang lama yaitu menegakkan kalimat la-ilaha-illaallah, mengajak umat manusia hanya beribadah kepada Allah swt menjauhi segala peribadatan selain kepada Allah.
Untuk melaksanakan tugas yang dipikulkan oleh Allah kepadannya tentu mereka banyak mengalami hambatan dan gangguan serta rintangan. Untuk mematahkan gangguan itu Allah memberikan mereka sesuatu yang dapat membuat manusia mengaguminya yaitu berupa keistimewaan-keistimewaan dan mu’jzat. Masing-masing rasul itu mempunyai mu’jizat yang berbeda sesuai dengan kecendrungan umat yang mereka hadapi atau situasi yang menghendaki.
Dalam buku an-nubuwwah wal anbiya’, Muhammad Ali Ash-Shabuni menyebutkan tugas atau fungsi rasul adalah sebagai berikut:
• Mengajak manusia untuk beripadah kepada Allah, dzat yang maha Esa lagi maha Perkasa. Ini merupakan tugas pokok sebagaimana ditegaskan dalam al-qur’an surat al-anbiya’:25. Artinya: dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadannya,’bahwasanya tidak ada tuhan (yang hak), melainkan Aku maka sembahlah oleh mu sekalian akan Aku.
• Menyampaikan perintah dan larangan Allah. Ditegaskan dalam al-qur’an surat al-ahzab ayat 49 yang artinya : orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepadaNya dan mereka tidak merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
• Memberikan petunjuk pada jalan yang benar kepada manusia. Dalam surat al-ahzab ayat 45-46 diterangkan bahwa artinya: hai nabi, sesungguhnya kami mengutus mu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izinNya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.
• Menjadi panutan bagi setiap manusia. (al-ahzab : 21) artinya: sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
• Member peringatan tentang adanya hari kebangkitan, dan tentang siksa yang berat sesudah mati.
• Mengalihkan perhatian manusia dari kehidupan yang fana pada kehidupan yang kekal. Ini terdapat dalam suart al-ankabut ayat 64 yang artinya: Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenrnya kehidupan , kalau mereka mengetahui.
• Supaya tidak ada lagi alasan bagi manusia kelak lagi dihadapan Allah. QS.an-nisa: 165 artinya: (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia mebantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.
Buah iman kepada rasul-rasul:
• Mengetahui rahmat serta perhatian Allah kepada hamba-hambaNya sehingga mengutus para rasul untuk menunjuki mereka pada jalan Allah serta menjelaskan bagaimana seharusnya mereka menyembah Allah swt, karena akal manusia tidak bisa mengetahui hal itu dengan sendirinya.
• Mensyukuri nikmat Allah yang amat besar ini.
• Mencintai para rasul, mengagungkannya, serta memujinya karena mereka adalah para rasul Allah dan karena mereka hanya menyembah Allah, menyampaikan risalahNya serta menasehati hambaNya.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar Rosihan, akidah akhlak, pustaka setia, bandung 2008
Abri Ali, dasar-dasar ilmu tauhid dan ilmu kalam,UNRI PRESS, pekanbaru,2008
Rasyid Abdullah, kunci ibadah, husaini, bandung, 1989.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar