BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita hidup pada zaman moderen seperti sekarang ini, sangat lah beruntung karena banyak kemudahan-kemudahan yang bisa diperoleh berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah berkembang sedemikian pesatnya. Kemajuan yang telah dicapai dalam bidang transportsi , bidang telekomunikasi, bidang informasi, bidang kesehatan, bidang pertanian dan lain-lain. Telah membawa manusia ketingkat peradaban dan kesejahteraan yang jauh lebih baik dari masa sebelumnya. Hal ini sebenarnya merupakan kemurahan dan ridho dari Allah SWT dan pemurah terhadap umat manusia, sebagai perwujudan akan kasihnya dengan menciptakan segala sesuatu yang ada dibumi ini untuk manusia.
Kehidupan manusia dimuka bumi ini diharapkan penuh kedamaian dan kesejahteraan, sehingga manusia benar-benar dapat merasakan adanya “rakhmatan lil alamin”. Hal ini dapat terwujud manakala manusia mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada dalam Alqur’an kitab suci umat islam dan hadis, karena keduanya sebagai sumber acuan untuk mencapai kehidupan yang baik didunia maupun diakhirat.
Untuk mendapat kehidupan yang baik, manusia harus mempunyai buku pedoman atau petunjuk tersebut adalah Alqur’an yang datang dari sang maha pencipta alam semesta ini, oleh karena Alqur’an datangnya dari sang maha pencipta , Allah SWT, maka secara penalaran akal sehat tentu isi dan kandungan yang terdapat didalam Alqur’an akan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan makhluk yang hidup didunia ini maupun yang ada diplanet lain (kalau ada).
BAB II
PEMBAHASAN
A. Alqur’an sebagai pedoman hidup,
Diantara kemurahan Allah terhadap manusia, alah bahwa dia tidak saja menganugrahkan fitrah yang suci yang dapat membimbingnya kepada kebaikan, bahkan juga dari masa kemasa mengutus seorang rasul yang membawa kitab sebagai pedoman hidup dari Allah, mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah semata. Menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah datangnya rasul.
Allah SWT berfirman :
“Rasul-rasul (yang telah kami utus itu), semuanya pembawa kabar gembira (kepada orang-orang yang beriman), dan pembawa peringatan (kepada orang-orang yang kafir dan yang berbuat maksiat), supaya tak ada bagi manusia suatu hujjah (atau alasan untuk berdalih pada hari kiamat kelak) terhadap Allah sesudah mengutus rasul-rasulnya itu. Dan (ingatlah) Allah maha kuasa lagi maha bijaksana”. (An nisa :165).
Fungsi diturunkannya Alqur’an adalah sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. Selain itu juga sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Alqur’an tidak ada keraguan didalamnya bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa yang senantiasa ingin mendapatkan petunjuk dari Allah tersebut. Alqur;an itu tidak hanya petunjuk bagi alam semesta.2 Namun demikian diketahui bahwa manusia yang mendapat petunjuk Alqur’an ialah orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezekinya untuk fakir miskin, sekaligus percaya akan kitab-kitab Allah SWT, baik yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw (Alqur’an) maupun kitab-kitab yang ditirunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti, Taurat, Zabur, dan Injil.3
Fungsi Alqur’an sebaga petunjuk bagi manusia terdapat didalam surat Al BaqarahArtinya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alqur’an ssebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”. (QS.Al-Baqarah:185)4
Unsur-unsur yang dapat ditarik dari ayat diatas adalah:
1. Alqur’an diturunkan dibulan ramadhan
2. Alqur’an sebagai petunjuk manusia
3. Alqur’an sebagai penjelas akan petunjuk itu
4. Alqur’an sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil.
Jadi, Alqur’an menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang memelihara diri dari perbuatan dosa yang dibenci Allah dengan cara mengikuti segala perintah -Nya dan mennjauhi segala larangan –Nya.
Allah SWT menyatakan bahwa sesungguhnya Alqur’an diturunkan kedunia ini disamping sebagai petunjuk, juga berfungsi untuk mewujudkan Islah (perbaikan) hal - ikhwal manusia. Untuk itu Allah SWT menyuruh umat berbuat makruf dan mencegah kemungkaran, menghalalkan yang baik dan yang suci, serta mengharamkan yang buruk dan kotor.4
Untuk menjadi penyuluh kepada segala hamba yang tunduk dan menurut untuk menjadi pedoman hidup dunia dan akhirat.5
Kehidupan manusia dimuka bumi ini diharapkan penuh kedamaian dan kesejahteraan, sehingga manusia benar-benar dapat merasakan adanya “rakhmatul lil ’alamin”. Hal ini dapat terwujud manakala manusia mengikuti petunjuk –petunjuk yang ada didalam Alqur’an kitab suci umat islam dan Al Hadist , Karena keduanya sebagai sumber acuan untuk mencapai kehidupan yang baik didunia maupun diakhirat.
Ikutilah semua yang diturunkan Tuhanmu kepadamu, dan jangan lah kamu ikuti pimpinan-pimpinan selain dari;Nya, tetapi amat sedikit sekali diantaramu yang ingat. (Surat Al-A’raf /7:3).
Surat Al-a’raf ayat 3, yang tertera diatas itu mengandung keterangan, bahwa umat manusia terutama para orang yang telah mengikuti apa-apa yang telah diturunkan Tuhan, yaitu Alqur’an, dan jangan mengikuti pemimpin para ketua, para pemimpin dan penolong selain dari Allah. Tetapi sedikit diantara manusia yang mengerti akan pemimpin Alqur’an itu dan yang suka mengambil pelajarannya.
Dan inilah sebuah kitab yang telah kami (Allah) turunkan yang diberkati, maka dari itu turutlah dan bertaqwalah kamu (Kepada Allah) supaya kamu diberi rahmat. (Surat Al-An’am /16:155).
Surat Al-An’am ayat 155, yang tersebut diatas menunjukkan, bahwa kitab Alqur’an yang telah diturunkan oleh Allah itu sebuah kitab yang diberkati, yang berisi penuh kebaikan untuk kepentingan manusia. Oleh sebab itu manusia diperintahkan supaya mengikuti akan pemimpin Alqur’an dan supaya berbakti kepada Allah, agar diberi rahmat oleh Allah baik dunia maupun akhirat kelak.
Untuk mendapatkan kehidupan yang baik, manusia harus mempunyai buku pedoman atau petunjuk tersebut adalah Alqur’an yang datangya dari sang pencipta alam semesta. Oleh karena Alqur’an datangnya dari sang maha pencipta, Allah SWT, maka secara penalaran akal sehat (dalil aqliyyah) tentu isinya dan kandungan yang terdapat didalam Alqur’an akan sesusai dengan apa yang menjadi kebutuhan makhluk hidup didunia ini maupun makhluk yang ada diplanet lain (kalau ada).
Berdasarkan dalil naqliyyah, yaitu ketentuan yang terdapat dalam Alqur’an maupun hadist diatas akan lebih jelas lagi, yaitu mengenai pedoman atau petunjuk bagi umat manusia, kalau kita mau melihat ayat-ayat Alqur’an berikut ini:
“Dia menurunkan Kitab (Alqur’an) kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya ; menjadi petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al Furqaan (pembeda yang benar dan yang salah). Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, bagi mereka azab yang berat. Dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan (siska).” (QS.Ali Imran,3:3-4).
“Hai sekalian manusia, sungguh telah datang kepada kamu pengjaran (nasehat/maui’zhah) dari Tuhanmu (Alqur’an), penyembuh (obat/As Syifa) penyakit-penyakit dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Yuunus, 10:57).
Dari kedua ayat tersebut tersurat dan tersirat bahwa manusia sebagai makhluk hidup memang memerlukan buku pedoman atau petunjuk dan itu tidak lain adalah Alqur’an. Selain dari kedua ayat tersebut diatas, masih banyak ayat-ayat Alqur’an yang menggaris bawahi tentang perlunya manusia mempunyai buku pedoman atau petunjuk yang membawa kepada kehidupan yang khusnul khotimah, antara lain dapat disimak dari ayat-ayat berikut ini:
“Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan (bayaan) bagi manusia dan petunjuk (huda) serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.”(QS.Ali Imran, 3:138).
“Maha Berkat (Allah) yang menurunkan Al furqaan kepada hambaNya supaya dia memberi peringatan bagi alam semesta.”
(QS. Al Furqaan,25:1).
“…..Dan kami menurunkan Al-Qur’an (Dzikra) kepadamu supaya engkau menjelaskan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka, supaya mereka berfikir.” (QS. An Nahl,16:44).
Allah SWT menjanjikan kepada umat manusia bahwa Al-Qur’an memuat keterangan yang cukup diperlukan umat manusia sampai akhir zaman nanti. Lebih jauh lagi, sejenak Al-Qur’an diturunkan 15 abad yang lalu sampai saat yang akan datang, ayat-ayatnya tetap terjaga keasliannya. Kiranya tidak ada kitab suci yang benar-benar terjaga keasliannya, seperti halnya kitab Al-Qur’an ini. Keaslian Al-Qur’an adalah yang menurunkannya dan yang menciptakannya sendiri, yaitu Allah SWT Sang Maha Pencipta. Simaklah ayat berikut ini:
“Sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kami memeliharanya.” (QS. Al Hijr, 15:9).
Penjelasan tentang Al-Qur’an yang keasliannya tetap terjaga sampai akhir zaman nanti, kiranya menjadikan umat manusia yang berakal untuk tidak meragukan kitab Al-Qur’an sebagai buku petunjuk atau pedoman dalam menjalani hidup didunia ini. Dikatakan bahwa Al-Qur’an sebagai petunjuk atau pedoman hidup umat manusia, karena Al-Qur’an memang memuat tentang hal itu. Al-Qur’an menuntun manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa.
M engenai Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan manusia juga difirmankan oleh Allah SWT melalui ayat-ayat berikut ini:
“Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan (bayaan) bagi manusia dan petunjuk (huda) serta pelajaran
bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali Imran, 3:138).
“Dan sesungguhnya tatkala kami mendengarkan petunjuk (huda atau Al-Qur’an), kami beriman kepadanya, maka barangsiapa yang beriman pada Tuhannya, maka dia tidak takut pengurungan (pahalanya) dan tidak pula penambahan dosa.” (QS. Al Jinn,72:13).
Tidakkah cukup bagi mereka, bahwa kami telah menurunkan kepada engkau kitab (Qur’an) itu, yang dibacakan kepada mereka, sesungguhnya yang demikian itu menjadi rahmat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (Surat al-Ankabut/29:51).
Surat al-Ankabut, ayat 51 itu, jelas mengandung pertanyaan kepada umat manusia pada umumnya, dan kepada umat islam khususnya: “Tidakkah cukup Alqur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, yang dibacakan kepada mereka itu untuk dipergunakan pedoman?.
”
Selanjutnya didalam ayat tadi dijelaskan: “Sesungguhnya yang demikian menjadi rahmat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”.
Sesungguhnya Alqur’an itu telah cukup untuk pedoman bagi umat manusia, baik pedoman yang mengenai urusan lahir maupun pedoman yang mengenai urusan batin. Karena didalamnya telah terkandung : (1) pokok-pokok keterangan cara manusia bertuhan Tuhan Yang Maha Esa; (2) pokok-pokok keterangan tentang cara-cara manusia beribadat (mengabdikan diri) kepada Tuhan Yang Maha Esa; dan (3) pokok-pokok keterangan tentang cara-cara manusia bergaul atau bermasyarakat diantara mereka sendiri, dan lain-lain urusan yang menjadi hajat manusia dimuka bumi ini.
Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepada kamu sekalian, seorang utusan yang membacakan kepadamu beberapa ayat Allah yang terang, supaya orang-orang yang beriman dan beramal saleh keluar dari gelap gulita ke terang benderanng. (Surat at-Thalaq/65:10-11).
Surat at-Thalaq, ayat-ayat 10-11 itu menunjukkan bahwa Allah telah menurunkan peringatan kepada umat manusia, yaitu Al-qur’an; dan ia telah mengutus seorang utusan, yaitu Nabi Muhammad saw. Yang membacakan kepada kita beberapa ayat/firman Allah yang terang , agar dengan ayat-ayat itu ia keluarkan orang-orang yang telah beriman dan beramal saleh dari gelap gulita kedalam cahaya yang terang benderang. Oleh sebab itu, orang yang ingin keluar dari kegelapan dan masuk kedalam cahaya yang terang benderang, haruslah mengikut pimpinan ayat-ayat Allah yang dibacakan oleh Nabi Muhammad saw. (Alqur’an) itu.
Sekedar untuk menambah keterangan yang tersebut itu, baiklah dibawah ini kami kutipkan bunyi dari arti ayat-ayat yang lain. Firman Allah SWT:
Maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku (Allah) itu, niscaya ia tidak akan sesat dan tidak pula akan celaka. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku (Alqur’an), maka baginya penghidupan yang sempit, kemudian kami himpunkan dia pada Hari Kiamat, dengan bermata buta . Kemudian ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta,padahal aku bermata nyalang (tidak buta) ketika didunia?”Allah berirman: “Demikianlah, karena telah datang kepadamu ayat-ayat (peringatan) kami, tetapi kamu melupakannya. Sebab itu pada hari ini kami melupakan kamu pula.”(Surat Thaha/20:123-126).
Ayat ini, antara lain, jelas menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan dan mencemoohkan ayat-ayat yang mengandung peringatan Allah (Alqur’an), akan menerima siksa di akhirat.
Hai manusia: Sesungguhnya telah datang kepada kamu sekalian satu keterangan dari Tuhan kamu, dan kami telah menurunkan kepada kamu sekalian satu cahaya yang nyata. Adapun orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan berpegang kepadanya (Qur’an), niscaya akan dimasukkan-Nya mereka kejalan yang lurus . (Surat an-Nisa/4:174-175).
Telah datang kepada manusia satu burhan atau keterangan yang nyata dari Tuhan, yaitu Nabi Muhammad saw. Kepada segenap umat manusia, dan Tuhan telah menurunkan kepada manusia satu cahaya yang terang, yaitu Alqur’an. Oleh sebab itu, maka orang-orang yang percaya kepada Allah dan berpegang teguh dengan Alqur’an, mereka akan dimasukkan-Nya kedalam rahmat dan karunia-Nya, dan mereka akan ditunjuki atau dipimpin-Nya kejalan yang lurus.
Al-qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. Itu, telah dijadikan-Nya sebagai cahaya (penerangan), yang dengan Alqur’an itu Allah menunjuki dan memimpin siapa-siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya; dan sesungguhnya Nabi Muhammad saw itu menunjuki atau memimpin kejalan yang lurus, dengan Alqur’an itu. Dengan Alqur’an itu Allah menunjuki dan memimpin orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan mengeluarkan merekadari kegelapan kepada cahaya yang terang dengan izin-Nya, dan menunjuki atau memimpin mereka kepada jalan yang lurus. Dengan ini jelaslah bahwa orang yang mengikut pimpinan Alqur’an itu akan mendapat pimpinan kejalan yang lurus.
Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka kamu ikutilah dia, dan janganlah kamu ikuti jalan-jalan (lain), karena (jalan-jalan) itu memisahkan kamu dari jalan-Nya, demikianlah pesan Allah kepada kamu, supaya kamu bertaqwa. (Surat al-An’am/6:153).
Surat al-An’am, ayat 153, yang tersebut diatas, menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw, disuruh menyatakan oleh Allah kepada segenap umatnya tentang jalan yang lurus, yang mereka diperintahkan supaya mengikutnya, dan jangan mengikut kepada jalan-jalan lainnya. Karena kalau orang mengikut jalan jalan-jalan yang lain, niscaya terpisahlah dari jalan Allah, yaitu dari jalan yang lurus yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw.
Dengan ayat-ayat seperti yang tertera di atas itu jelaslah bagi kita, bahwa dengan Alqur’an-lah orang akan mendapat petunjuk dan pimpinan ke jalan yang lurus, yaitu jalan yang terkenal dengan shidratul-mustaqim.
B. prinsi-prinsip ajaran islam
1. Rububiyyah
Yaitu, Allah maha pencipta
2. Insaniyah
Yaitu, sifat kemanusiaan
3. Waqiyah
Maksudnya bisa diakukan
4. Wasaqiyah
Maksudnya sederhana
5. Sumuliyah
Maksudnya kesempurnaan
6. Wuduhiyah
Maksudnya jelas
Daftar Pustaka
Al Qaththan , Syarkl, manna ,Penghantar Study Ilmu Alqur’an ,Jakarta timur ,pustaka al kautsar ,
2007
Ash – Shiddieqy Hasbi , Sejarah dan Penghantar Ilmu Alqur’an , tafsir , cet :7, Jakarta , Bulan bintang , 1997
Chalil Moenawas ,kembali kepada Alqur’an & Sunnah ,cet II , Jakarta, Bulan bintang ,1997
Hadhiri SP Choiruddin , klasifikasi kandungan Alqur’an jilid 2, Jakarta , Gema Insani ,2005.
Solihat ,A , Qur’an hadist Madrasah Aliyah kls X ,Pekanbaru, PT wahana dinamika karya ,2005.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar